FIRST POST- Alasan Mengapa Aku (Mulai) Menulis
Lebih lengkapnya: alasan mengapa aku memberanikan diri menulis (di blog).
Halo, salam kenal! Aku Riesmy Friestywi. Terdengar cukup ribet dan unik ya namanya? Hahaha. Ini adalah kali ketiga aku membuat blog, sayangnya dua blog sebelumnya aku selalu lupa kata sandinya, jadi terbengkalai deh.
Tulisan ini aku buat di sela-sela jam kerja kantor sambil menunggu datangnya brief baru. Saat ini aku bekerja sebagai desainer grafis di sebuah konsultan yang khusus menangani pembuatan sustainability report. Iya, pekerjaanku hanya membuat layout untuk laporan berkelanjutan, tak ada kebutuhan semisal branding atau yang lain.
Hari ini aku tepat menuju tiga bulan dan masih dalam masa percobaan, sejauh ini aku betah dengan lingkungan kantorku beserta orang-orangnya. Aku ingat saat pertama diwawancara oleh atasanku, beliau bilang "di sini cukup membosankan, lho. Anak muda kan senengnya yang fun." No, kurasa inilah yang cocok denganku.
Kantorku menempati sebuah rumah dua lantai di daerah Jakarta Selatan. Ruang kerjaku berada di lantai atas bersama dua senior graphic designer beserta satu rekan kerja yang sebaya denganku.
Hari ini mood rekan kerjaku sepertinya baik karena ketika aku datang dia sedang asik menonton YouTube sambil tertawa-tawa. Selama tiga bulan aku belum pernah melihatnya tertawa begitu lepas, jadi akupun turut senang. Penampilannya jauh lebih fresh dengan potongan rambut barunya.
Setibanya di mejaku, aku mengganti sepatuku dengan sandal rumah dan bergegas turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan. Sehari-hari aku mengandalkan Transjakarta untuk pergi kemanapun dan perjalanan yang jauh membuatku lelah serta lapar, bahkan sepanjang perjalanan aku tertidur meski tidak pulas. Biasanya bis yang kunaiki akan penuh dengan penumpang namun karena menjelang libur tahun baru dan sudah banyak pekerja yang mengambil cuti maka lumayan sepi. Betul-betul nyaman.
Lanjut tentang sarapan, aku menyeduh mi instant berkuah soto favoritku sambil sesekali melayangkan pandangan keluar pagar. Terdengar tiga bocah lelaki sedang main badminton. Aku membayangkan ikut bermain bersama mereka sambil tertawa-tawa bahagia. Masa kecilku lebih banyak dihabiskan dengan menonton kartun di televisi atau membaca buku, aku jadi sedikit sedih karena jarang bergerak di luar rumah :') Tiga menit terasa lama sekali. Aku mengaduk-aduk mi ku dan berharap ia cepat matang. Selesai memasak, kubawa semangkuk mi ku dan kumakan dengan lahap. Enak meski aku menuang air untuk kuahnya terlalu banyak.
Hari ini aku tepat menuju tiga bulan dan masih dalam masa percobaan, sejauh ini aku betah dengan lingkungan kantorku beserta orang-orangnya. Aku ingat saat pertama diwawancara oleh atasanku, beliau bilang "di sini cukup membosankan, lho. Anak muda kan senengnya yang fun." No, kurasa inilah yang cocok denganku.
Kantorku menempati sebuah rumah dua lantai di daerah Jakarta Selatan. Ruang kerjaku berada di lantai atas bersama dua senior graphic designer beserta satu rekan kerja yang sebaya denganku.
Hari ini mood rekan kerjaku sepertinya baik karena ketika aku datang dia sedang asik menonton YouTube sambil tertawa-tawa. Selama tiga bulan aku belum pernah melihatnya tertawa begitu lepas, jadi akupun turut senang. Penampilannya jauh lebih fresh dengan potongan rambut barunya.
Setibanya di mejaku, aku mengganti sepatuku dengan sandal rumah dan bergegas turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan. Sehari-hari aku mengandalkan Transjakarta untuk pergi kemanapun dan perjalanan yang jauh membuatku lelah serta lapar, bahkan sepanjang perjalanan aku tertidur meski tidak pulas. Biasanya bis yang kunaiki akan penuh dengan penumpang namun karena menjelang libur tahun baru dan sudah banyak pekerja yang mengambil cuti maka lumayan sepi. Betul-betul nyaman.
Lanjut tentang sarapan, aku menyeduh mi instant berkuah soto favoritku sambil sesekali melayangkan pandangan keluar pagar. Terdengar tiga bocah lelaki sedang main badminton. Aku membayangkan ikut bermain bersama mereka sambil tertawa-tawa bahagia. Masa kecilku lebih banyak dihabiskan dengan menonton kartun di televisi atau membaca buku, aku jadi sedikit sedih karena jarang bergerak di luar rumah :') Tiga menit terasa lama sekali. Aku mengaduk-aduk mi ku dan berharap ia cepat matang. Selesai memasak, kubawa semangkuk mi ku dan kumakan dengan lahap. Enak meski aku menuang air untuk kuahnya terlalu banyak.
Aku duduk di mejaku, mulai menyalakan iMac dan membereskan barang-barang di mejaku mulai dari booksleeve hingga bekal makan siangku. Soal bekal makan siang, hari ini aku membawa sisa...tidak sisa juga sih, sengaja menyisakan (eh apa sama saja, ya?) karena aku tidak kuat menghabiskan satu porsi Fire Chicken Wings Richeese dalam sekejap. Isinya hanya tiga tapi aku hanya sanggup makan satu dengan perbandingan nasi antara 3:1. Level kepedasan yang aku pilih adalah level 5, paling tinggi. Memang aku sedang pingin makan pedas-pedas tapi ini bukan level yang biasa kupesan, seringnya aku memesan level 3.
Hari ini sepertinya aku akan 'gabut' lagi, sama seperti minggu lalu setelah libur Hari Raya Natal. Aku cek email, belum ada inbox tentang jobdesk baru. Aku buka Facebook, terdapat notifikasi 'likes' dari beberapa teman tentang postingan meme yang kubagikan. Postingan tadi isinya tentang belajar bahasa Tionghoa.
Lalu aku baru teringat sudah lama ingin belajar tapi selalu kutunda-tunda. "Kapan-kapan aja, deh" begitu kataku dengan santainya. Dasar sobat mager. Aku buka Pinterest dan menambahkan pin-pin yang menarik ke boardku dan...bosan.
Jadi, aku mulai duduk menjauh dari mejaku, mengambil smartphone, membuka aplikasi Notes dan mulai mengetik.
Hari ini sepertinya aku akan 'gabut' lagi, sama seperti minggu lalu setelah libur Hari Raya Natal. Aku cek email, belum ada inbox tentang jobdesk baru. Aku buka Facebook, terdapat notifikasi 'likes' dari beberapa teman tentang postingan meme yang kubagikan. Postingan tadi isinya tentang belajar bahasa Tionghoa.
Lalu aku baru teringat sudah lama ingin belajar tapi selalu kutunda-tunda. "Kapan-kapan aja, deh" begitu kataku dengan santainya. Dasar sobat mager. Aku buka Pinterest dan menambahkan pin-pin yang menarik ke boardku dan...bosan.
Jadi, aku mulai duduk menjauh dari mejaku, mengambil smartphone, membuka aplikasi Notes dan mulai mengetik.
Alasan aku menulis apa sih? Sederhana namun bisa jadi ini alasan yang tidak masuk akal. Beberapa hari yang lalu aku sempat menonton video tentang peruntungan zodiakku di tahun 2020. Aku senang sekali karena hasilnya bagus dan sangat memotivasi. Inti yang kutangkap adalah, tahun depan akan jadi tahun di mana semua impian pelan-pelan akan terwujud, tentunya harus dibarengi dengan sikap Gemini yang pekerja keras. Aku hanya bisa mengamini.
Menulis adalah salah satu ketakutan terbesarku dan aku ingin 'mengikhlaskan diriku yang lama', tak ingin lagi terbelenggu perasaan cemas dan khawatir. Sebenarnya sudah sejak lama aku ingin ngeblog, hmmm mungkin sejak sepuluh tahun lalu sejak masih di sekolah menengah. Ada banyak hal yang ingin aku tulis dan aku bagikan tapi ketakutanku menghalangiku.
Aku takut tulisanku dibaca orang, takut dikritik, takut apabila pemakaian katanya kurang tepat dan ujung-ujungnya membandingkan diri sendiri sama hasil karya orang lain. Jujur, aku iri. Aku iri dengan mereka yang berani mempublikasikan tulisannya sementara aku hanya bisa terpana dan termenung.
Maka, untuk menutup tahun 2019 dan menyambut 2020, aku akan mulai menulis! Aku belum tahu apa saja yang akan kutuliskan di blog ini tapi yang pasti, aku ingin menulis.
Sesederhana itu.
Aku takut tulisanku dibaca orang, takut dikritik, takut apabila pemakaian katanya kurang tepat dan ujung-ujungnya membandingkan diri sendiri sama hasil karya orang lain. Jujur, aku iri. Aku iri dengan mereka yang berani mempublikasikan tulisannya sementara aku hanya bisa terpana dan termenung.
Maka, untuk menutup tahun 2019 dan menyambut 2020, aku akan mulai menulis! Aku belum tahu apa saja yang akan kutuliskan di blog ini tapi yang pasti, aku ingin menulis.
Sesederhana itu.
BalasTeruskan
|
Komentar
Posting Komentar